Kamis, 30 Desember 2010

Remastering Ubuntu/Mint Menggunakan Mintconstructor

Anda ingin melakukan kustomisasi terhadap Linux Mint atau Ubuntu anda? Cobalah aplikasi yang bernama Mintconstructor ini. Pemakaiannya memang tidak selengkap Ubuntu Reconstructor tetapi aplikasi ini sangat sederhana dan powerful. Cara penggunaannya pun tidak begitu sulit bahkan untuk pemula sekalipun.

Berikut langkah-langkah yang harus anda ambil untuk melakukan pemasangan Mintconstructor:

1. Carilah paket Mintconstructor terlebih dahulu dengan mengunjungi situs ini
2. Download dan lakukan instalasi pada mesin linux anda
3. Selesai dan tinggal dicoba saja.

Sementara, jika anda ingin melakukan kustomisasi, sebaiknya :
1. Persiapkan iso atau CD LinuxMint atau Ubuntu anda.
2. Jalankan MintConstructor dan masukkan password root anda
3. Setelah kotak dialog LiveCD Remastering Tools muncul, tentukan direktori kerja anda pada pilihan Project
4. Centang semua pilihan yang ada seperti Initial Ramdisk, Root dan Remaster Directory
5. Selanjutnya pada pilihan Live CD ISO Filename arahkan dimana anda meletakkan iso file dari linux anda, atau biarkan kosong jika menggunakan CD
6. Tekan Next
7. Biarkan beberapa saat karena aplikasi sedang membangun area kerjanya
8. Selanjutnya, jika sudah selesai, tekan Open a Chroot Terminal
9. Dari menu terminal ini, anda bisa melakukan modifikasi terhadap sistem linux anda, mulai dari instalasi perangkat lunak tambahan dan lain sebagainya.
10. Sebelum keluar dari chroot, pastikan anda menghapus terlebih dahulu history beserta chace dari linux hasil remastering anda untuk menghemat tempat pada iso anda agar tidak terlalu besar hasil jadinya. Caranya:

# apt-get clean
# history -c

11. Untuk keluar dari Chroot, ketikkan:

# exit

12. Selanjutnya tekan next. Kemudian berikan nama untuk hasil remastering anda atau biarkan saja.
13. Selanjutnya Next lagi untuk membiarkan aplikasi Mintconstructor membangun file iso hasil remastering anda.

Sangat simpel. Tetapi anda tetap membutuhkan internet untuk melakukan kustomisasi ini. Atau jika anda punya repository lokal menggunakan DVD Repo, bisa dicoba.


Thanks to Itachilinux yang menshare aplikasi ini :)

Jumat, 05 November 2010

Akses Server Linux Anda Melalui Handphone

Mungkin ini hanya sebatas cara alternatif untuk dapat sewaktu-waktu mengecek keadaan server anda. Cara yang paling umum adalah menggunakan aplikasi ssh melalui barisan perintah di terminal atau konsole maupun putty melalui sistem operasi Windows atau Mac anda.
Sedikit sama menggunakan konsep seperti ini, untuk tipe handphone yang menggunakan Java, anda bisa mencoba aplikasi yang bernama "midpssh" untuk melakukan koneksi ssh langsung melalui hape anda. Sebenarnya, aplikasi semacam ini bisa juga ditemukan di handphone yang menggunakan OS seperti Symbian ataupun Android dan lain sebagainya.
Yang perlu anda lakukan adalah

1. Siapkan handphone berbasis Java ( disarankan menggunakan hp yang ber-WiFi )
2. Downloadlah file midpssh dari http://xk72.com/midpssh/downloadversion.php?version=1.6.0

Silahkan unduh versi yang anda inginkan. Saat tulisan ini dibuat, saya menggunakan yang versi stable http://xk72.com/midpssh/v1.6.0/midpssh-full.jar. Setelah terunduh, silahkan hubungkan hape anda kekomputer dan letakkan file tersebut di kartu memori anda.
Selanjutnya, anda masuk ke kartu memori anda dan lakukan instalasi sama seperti melakukan instalasi theme aplikasi atau semacamnya melalui hp anda. Setelah terpasang, silahkan anda lakukan test dengan menghubungi sebuah server yang sudah mempunyai ssh server. Pada bagian session, masukkan alias, username dan password server anda.

Selamat mencoba

Selasa, 19 Oktober 2010

Workshop: Linux Server Administration (LSA) dan Seminar: Maverick Release Party (MRP)



Politeknik Ganesha Guru menyelenggarakan:

Maverick Release Party ( MRP )
Hari : Sabtu, 20 November 2010
Jam : 09.00-selesai
Fasilitas : CD, Snack, Sertifikat
Kontribusi : Rp. 20.000



Linux Server Administration ( LSA )
Hari : Sabtu, 20 November 2010
Jam : 13.00-selesai
Fasilitas : CD, Snack, Sertifikat, Modul
Biaya : Rp. 60.000 (mahasiswa) dan Rp 80.000 (umum)
** untuk mahasiswa, harap menunjukkan KTM yang valid



Untuk informasi lebih lanjut dan tiket, silahkan menghubungi kami di:
Kampus Politeknik Ganesha Guru & LPBA
Jl. Teuku Umar Barat No. 27 Denpasar
Telp 0361 490 670 Fax 0361 490 671
atau melalui contact person:
Wayan (081 855 2842), Gunada (081 916 339 950)

Selasa, 21 September 2010

Anda Kecanduan Plurk??? Coba Aplikasi Plurkit pada Linux Anda

Sebenarnya banyak ada aplikasi sejenis yang berfungsi mempermudah kita menggunakan plurk seperti prism. Tetapi kali ini kita mencoba yang namanya "Plurkit" yang instalasinya harus menggunakan Adobe AIR Installer Application. Kenapa menggunakan aplikasi ini? Selain tampilannya yg mobile, tentu saja kita jadi bisa menghemat bandwidth.
Oke langsung saja. Hal pertama yang anda perlukan untuk instalasi Plurkit ini adalah menginstall paket Adobe AIR Application Installer pada mesin Linux anda

1. Downloadlah paket Adobe AIR Application Installer tersebut dari sini:


2. Setelah terdownload, anda tinggal mengeksekusi file tersebut dgn perintah :

# ./AdobeAIRInstaller.bin

3. Jika belum berhasil, coba ubah kepemilikan file tersebut dan ulangi perintah diatas
4. Jika AdobeAIRInstaller telah terpasang, anda tinggal mengunduh paket Plurkit.air dari:


5. Jika sudah, anda tinggal klik ganda file tersebut dan lakukan instalasi sesuai petunjuk dari Adobe AIR Installer Application tersebut

Dan selamat ngeplurk dengan aplikasi ini :)


Selasa, 31 Agustus 2010

Memperbaiki Error : Could not reliably determine the server's fully qualified domain name, using 127.0.1.1 for ServerName Pada Apache

Anda mungkin akan mengalami error seperti ini jika anda merestart/start service Apache anda:


* Restarting web server apache2 apache2: Could not reliably determine the server's fully qualified domain name, using 127.0.1.1 for ServerName


Untuk memperbaikinya, bukalah:

#gedit /etc/apache/httpd.conf


Defaultnya, file httpd.conf ini kosong, maka kita tambahkan:

ServerName localhost


Simpan dan restartlah Apache anda.

# /etc/init.d/apache2 restart

Minggu, 04 Juli 2010

Multiple Boot OS Linux, Windows dan OpenSolaris

Sepertinya sudah lama saya tidak update blog ini lagi dikarenakan kesibukan menjelang UAS, Sanggar Telematika dan tentu saja pekerjaan. Ada beberapa hal yang tertunda yang sebelumnya ingin saya posting disini.
Mungkin diantara kita ada yang ingin merasakan beberapa OS berjalan di komputer maupun laptop kita sendiri. Tapi kendalanya mungkin bagaimana caranya? Bagi yang sudah sering gonta-ganti pasang bongkar OS saya kira tidak terlalu mempermasalahkan ini. Permasalahannya cuma satu, yaitu niat haha.
OK, langsung saja. Kali ini saya berikan sedikit tips dan trik untuk melakukan Multiple Boot Linux (Ubuntu, Slackware, OpenSuSE dan Fedora), Windows dan OpenSolaris. Yang pertama kita siapkan tentu saja adalah partisi. Bagilah partisinya untuk masing-masing OS. Banyak utility yang berguna di Linux maupun Windows untuk melakukan pembagian partisi ini. Untuk di linux saya memakai utility cfdisk. Asumsi saya, anda sudah bisa melakukannya. Ingat, untuk Linux satu partisi untuk swap saja sudah cukup.
Berikut daftar partisi saya:

Disk /dev/sda: 320.1 GB, 320072933376 bytes
255 heads, 63 sectors/track, 38913 cylinders
Units = cylinders of 16065 * 512 = 8225280 bytes
Sector size (logical/physical): 512 bytes / 512 bytes
I/O size (minimum/optimal): 512 bytes / 512 bytes
Disk identifier: 0x4d07af7e

Device Boot Start End Blocks Id System
/dev/sda1 1 4863 39062016 83 Linux
/dev/sda2 4864 9726 39062047+ bf Solaris
/dev/sda3 * 9727 14589 39060480 7 HPFS/NTFS
/dev/sda4 14591 38913 195374467 5 Extended
/dev/sda5 24316 24801 3903763+ 82 Linux swap / Solaris
/dev/sda6 14591 19452 39053983+ 83 Linux
/dev/sda7 19453 24315 39062016 83 Linux
/dev/sda8 24802 28752 31736376 83 Linux
/dev/sda9 28753 38913 81618201 7 HPFS/NTFS

1. Pertama, installah terlebih dahulu OS yang paling sombong dalam artian agak sulit mendeteksi OS lain. Dari daftar OS yang tertera di laptop saya, saya installkan Windows terlebih dahulu di partisi /dev/sda3. Tidak mengapa anda menuliskan bootloader Windows pada MBR.
2. Install OpenSolaris kemudian. Pada saat instalasi OpenSolaris anda harus hati-hati meskipun instalernya simple. Saya insallkan OpenSolaris pada /dev/sda2. Ingat, install grubnya pada partisi root. Ingat, Windows dan OpenSolaris hanya bisa diinstall pada partisi Primary. Contoh partisi primary adalah /dev/sda1, /dev/sda2, /dev/sda3, /dev/sda4. untuk /dev/sda4 jangan anda utak-atik apalagi menghapusnya karena didalam partisi tersebut ada partisi Extended tempat kita menaruh OS LinuX kita.
3. Installkan Slackware. Ada sedikit masalah kenapa saya installkan Slackware terlebih dahulu. Permasalahan itu terdapat pada lilo.conf-nya. Meskipun pada test pertama, saya berhasil dengan opsi Windows dan OpenSolaris yang sudah eksis. Slackware sendiri saya installkan di /dev/sda1. Disini, saya menumpuk MBR Windows dengan bootloader lilo dari Slackware. Untuk Linux, partisi swap bisa di share jadi tidak perlu membuat partisi swap lagi untuk masing-masing Linux. Biasanya, anda tidak akan menemukan opsi untuk OpenSolaris anda pada lilo.conf-nya. Jadi anda harus menambahkan sendiri pada /etc/lilo.conf-nya. Baca ini
4. Installkan Fedora. Untuk fedora, grubnya tidak mau menampilkan list OS secara langsung. Anda harus memasukkannya sendiri secara manual. Jika anda mau repot, silahkan. Installkan bootloadernya pada partisi root.
5. Installkan OpenSuSE. Sama seperti fedora. Meskipun tampilan grubnya elegan, tapi saya tidak mau repot dengan utak-atik grub karena beberapa OS tidak mau secara langsung didetek oleh grubnya termasuk OpenSolaris. Installkan juga bootloadernya pada partisi root.
6. Terakhir, yang paling saya suka. Installkan Ubuntu. Nah untuk Ubuntu, semua OS sudah terdeteksi dan tidak ada masalah berarti. Anda silahkan menginstallkan bootloadernya pada MBR. Yang masalah cuma OpenSolaris. Ada trik untuk mendeteksi OpenSolaris kita.
Mungkin jika anda masih memakai grub (bukan grub2) anda hanya menambahkan opsi pada menu.lst-nya. Tapi jujur, saya belum pernah mencobanya. Untuk Grub2, saya sudah mencobanya dan berhasil. Jadi, untuk melakukan customisasi tersebut, tambahkanlah pada /etc/grub.d/40_custom

# nano /etc/grub.d/40_custom

Tambahkan baris berikut:

menuentry "OpenSolaris" {
set root=(hd0,2) //hdo,2 = partisi tempat anda menginstallkan OpenSolaris> /dev/sda2
chainloader +1
}

Save dan kemudian:

# update-grub

Voila!!! OpenSolaris anda sudah terdeteksi meski pada saat anda melakukan update-grub tidak nampak pada terminal. Caranya anda mengetahuinya, restart lah komputer atau laptop anda.

# init 6 atau
# reboot




Senin, 21 Juni 2010

Solusi Instalasi Ubuntu 10.04 Pada Mesin Yang Menggunakan Graphic Card Nvidia

Artikel ini sebenarnya sudah lama ingin saya angkat, tapi berhubung waktu saya selalu tersita untuk hal-hal yang tidak penting, terpaksa saya menunda cukup lama untuk menulisnya. Permasalahan yang umum terjadi dikalangan pengguna kartu grafis nvidia adalah terjadinya flicker yang tentu saja membuat kita panik. Hal ini terjadi karena driver bawaan ubuntu (nouveau) yang bentrok dengan kartu grafisnya. Untuk permasalahan ini, sebaiknya banyak-banyak googling agar tidak salah persepsi :)
OK langsung saja, berikut ada 2 cara untuk menangani flicker seperti ini, cara pertama:

1. Masukkan CD Live Ubuntu
2. Pada saat booting dan muncul opsi live , install dan sebagainya, ketik F6 di keyboard
3. Pilih opsi nomodeset atau
4. Pada saat opsi booting muncul, tekan tab atau tombol e
5. tambahkan opsi nomodeset setelah kata quiet
6. Kemudian tekan Ctrl+X untuk booting dengan opsi tersebut
7. Lakukan instalasi seperti biasa

Langkah kedua adalah sebagai berikut:
1. Masukkan CD Installer atau CD Alternate Ubuntu
2. Jika menggunakan Live CD Ubuntu, lakukan langkah seperti diatas
3. Lakukan instalasi seperti biasa
4. Setelah instalasi finish, masuklah ke mode recovery
5. Pilih opsi drop to root prompt
6. Setelah berhasil, lakukan penghapusan driver bawaan nouveau dari ubuntu anda

# apt-get remove nvidia*
# apt-get remove xserver-xorg-video-nouveau

7. setelah itu, blacklist saja driver bawaan tersebut agar tidak dimuat lagi oleh ubuntu

# nano /etc/modprobe.d/blacklist.conf

masukkan:

blacklist nouveau
blacklist nvidiafb

8. Karena pada saat recovery mode ini kita bermain di init 1 (single user mode) , maka berpindahlah dulu ke init 3
9. Setelah semua sudah dilakukan, lakukan instalasi driver nvidia yang baru. Driver ini bisa didownload langsung dari situsnya
10 Jika sudah mempunyai driver tersebut di hdd atau flashdisk anda, arahkan ke lokasi anda menyimpan file tersebut dan installkan!

Selamat Mencoba.