Selasa, 19 Oktober 2010

Workshop: Linux Server Administration (LSA) dan Seminar: Maverick Release Party (MRP)



Politeknik Ganesha Guru menyelenggarakan:

Maverick Release Party ( MRP )
Hari : Sabtu, 20 November 2010
Jam : 09.00-selesai
Fasilitas : CD, Snack, Sertifikat
Kontribusi : Rp. 20.000



Linux Server Administration ( LSA )
Hari : Sabtu, 20 November 2010
Jam : 13.00-selesai
Fasilitas : CD, Snack, Sertifikat, Modul
Biaya : Rp. 60.000 (mahasiswa) dan Rp 80.000 (umum)
** untuk mahasiswa, harap menunjukkan KTM yang valid



Untuk informasi lebih lanjut dan tiket, silahkan menghubungi kami di:
Kampus Politeknik Ganesha Guru & LPBA
Jl. Teuku Umar Barat No. 27 Denpasar
Telp 0361 490 670 Fax 0361 490 671
atau melalui contact person:
Wayan (081 855 2842), Gunada (081 916 339 950)

Selasa, 21 September 2010

Anda Kecanduan Plurk??? Coba Aplikasi Plurkit pada Linux Anda

Sebenarnya banyak ada aplikasi sejenis yang berfungsi mempermudah kita menggunakan plurk seperti prism. Tetapi kali ini kita mencoba yang namanya "Plurkit" yang instalasinya harus menggunakan Adobe AIR Installer Application. Kenapa menggunakan aplikasi ini? Selain tampilannya yg mobile, tentu saja kita jadi bisa menghemat bandwidth.
Oke langsung saja. Hal pertama yang anda perlukan untuk instalasi Plurkit ini adalah menginstall paket Adobe AIR Application Installer pada mesin Linux anda

1. Downloadlah paket Adobe AIR Application Installer tersebut dari sini:


2. Setelah terdownload, anda tinggal mengeksekusi file tersebut dgn perintah :

# ./AdobeAIRInstaller.bin

3. Jika belum berhasil, coba ubah kepemilikan file tersebut dan ulangi perintah diatas
4. Jika AdobeAIRInstaller telah terpasang, anda tinggal mengunduh paket Plurkit.air dari:


5. Jika sudah, anda tinggal klik ganda file tersebut dan lakukan instalasi sesuai petunjuk dari Adobe AIR Installer Application tersebut

Dan selamat ngeplurk dengan aplikasi ini :)


Selasa, 31 Agustus 2010

Memperbaiki Error : Could not reliably determine the server's fully qualified domain name, using 127.0.1.1 for ServerName Pada Apache

Anda mungkin akan mengalami error seperti ini jika anda merestart/start service Apache anda:


* Restarting web server apache2 apache2: Could not reliably determine the server's fully qualified domain name, using 127.0.1.1 for ServerName


Untuk memperbaikinya, bukalah:

#gedit /etc/apache/httpd.conf


Defaultnya, file httpd.conf ini kosong, maka kita tambahkan:

ServerName localhost


Simpan dan restartlah Apache anda.

# /etc/init.d/apache2 restart

Minggu, 04 Juli 2010

Multiple Boot OS Linux, Windows dan OpenSolaris

Sepertinya sudah lama saya tidak update blog ini lagi dikarenakan kesibukan menjelang UAS, Sanggar Telematika dan tentu saja pekerjaan. Ada beberapa hal yang tertunda yang sebelumnya ingin saya posting disini.
Mungkin diantara kita ada yang ingin merasakan beberapa OS berjalan di komputer maupun laptop kita sendiri. Tapi kendalanya mungkin bagaimana caranya? Bagi yang sudah sering gonta-ganti pasang bongkar OS saya kira tidak terlalu mempermasalahkan ini. Permasalahannya cuma satu, yaitu niat haha.
OK, langsung saja. Kali ini saya berikan sedikit tips dan trik untuk melakukan Multiple Boot Linux (Ubuntu, Slackware, OpenSuSE dan Fedora), Windows dan OpenSolaris. Yang pertama kita siapkan tentu saja adalah partisi. Bagilah partisinya untuk masing-masing OS. Banyak utility yang berguna di Linux maupun Windows untuk melakukan pembagian partisi ini. Untuk di linux saya memakai utility cfdisk. Asumsi saya, anda sudah bisa melakukannya. Ingat, untuk Linux satu partisi untuk swap saja sudah cukup.
Berikut daftar partisi saya:

Disk /dev/sda: 320.1 GB, 320072933376 bytes
255 heads, 63 sectors/track, 38913 cylinders
Units = cylinders of 16065 * 512 = 8225280 bytes
Sector size (logical/physical): 512 bytes / 512 bytes
I/O size (minimum/optimal): 512 bytes / 512 bytes
Disk identifier: 0x4d07af7e

Device Boot Start End Blocks Id System
/dev/sda1 1 4863 39062016 83 Linux
/dev/sda2 4864 9726 39062047+ bf Solaris
/dev/sda3 * 9727 14589 39060480 7 HPFS/NTFS
/dev/sda4 14591 38913 195374467 5 Extended
/dev/sda5 24316 24801 3903763+ 82 Linux swap / Solaris
/dev/sda6 14591 19452 39053983+ 83 Linux
/dev/sda7 19453 24315 39062016 83 Linux
/dev/sda8 24802 28752 31736376 83 Linux
/dev/sda9 28753 38913 81618201 7 HPFS/NTFS

1. Pertama, installah terlebih dahulu OS yang paling sombong dalam artian agak sulit mendeteksi OS lain. Dari daftar OS yang tertera di laptop saya, saya installkan Windows terlebih dahulu di partisi /dev/sda3. Tidak mengapa anda menuliskan bootloader Windows pada MBR.
2. Install OpenSolaris kemudian. Pada saat instalasi OpenSolaris anda harus hati-hati meskipun instalernya simple. Saya insallkan OpenSolaris pada /dev/sda2. Ingat, install grubnya pada partisi root. Ingat, Windows dan OpenSolaris hanya bisa diinstall pada partisi Primary. Contoh partisi primary adalah /dev/sda1, /dev/sda2, /dev/sda3, /dev/sda4. untuk /dev/sda4 jangan anda utak-atik apalagi menghapusnya karena didalam partisi tersebut ada partisi Extended tempat kita menaruh OS LinuX kita.
3. Installkan Slackware. Ada sedikit masalah kenapa saya installkan Slackware terlebih dahulu. Permasalahan itu terdapat pada lilo.conf-nya. Meskipun pada test pertama, saya berhasil dengan opsi Windows dan OpenSolaris yang sudah eksis. Slackware sendiri saya installkan di /dev/sda1. Disini, saya menumpuk MBR Windows dengan bootloader lilo dari Slackware. Untuk Linux, partisi swap bisa di share jadi tidak perlu membuat partisi swap lagi untuk masing-masing Linux. Biasanya, anda tidak akan menemukan opsi untuk OpenSolaris anda pada lilo.conf-nya. Jadi anda harus menambahkan sendiri pada /etc/lilo.conf-nya. Baca ini
4. Installkan Fedora. Untuk fedora, grubnya tidak mau menampilkan list OS secara langsung. Anda harus memasukkannya sendiri secara manual. Jika anda mau repot, silahkan. Installkan bootloadernya pada partisi root.
5. Installkan OpenSuSE. Sama seperti fedora. Meskipun tampilan grubnya elegan, tapi saya tidak mau repot dengan utak-atik grub karena beberapa OS tidak mau secara langsung didetek oleh grubnya termasuk OpenSolaris. Installkan juga bootloadernya pada partisi root.
6. Terakhir, yang paling saya suka. Installkan Ubuntu. Nah untuk Ubuntu, semua OS sudah terdeteksi dan tidak ada masalah berarti. Anda silahkan menginstallkan bootloadernya pada MBR. Yang masalah cuma OpenSolaris. Ada trik untuk mendeteksi OpenSolaris kita.
Mungkin jika anda masih memakai grub (bukan grub2) anda hanya menambahkan opsi pada menu.lst-nya. Tapi jujur, saya belum pernah mencobanya. Untuk Grub2, saya sudah mencobanya dan berhasil. Jadi, untuk melakukan customisasi tersebut, tambahkanlah pada /etc/grub.d/40_custom

# nano /etc/grub.d/40_custom

Tambahkan baris berikut:

menuentry "OpenSolaris" {
set root=(hd0,2) //hdo,2 = partisi tempat anda menginstallkan OpenSolaris> /dev/sda2
chainloader +1
}

Save dan kemudian:

# update-grub

Voila!!! OpenSolaris anda sudah terdeteksi meski pada saat anda melakukan update-grub tidak nampak pada terminal. Caranya anda mengetahuinya, restart lah komputer atau laptop anda.

# init 6 atau
# reboot




Senin, 21 Juni 2010

Solusi Instalasi Ubuntu 10.04 Pada Mesin Yang Menggunakan Graphic Card Nvidia

Artikel ini sebenarnya sudah lama ingin saya angkat, tapi berhubung waktu saya selalu tersita untuk hal-hal yang tidak penting, terpaksa saya menunda cukup lama untuk menulisnya. Permasalahan yang umum terjadi dikalangan pengguna kartu grafis nvidia adalah terjadinya flicker yang tentu saja membuat kita panik. Hal ini terjadi karena driver bawaan ubuntu (nouveau) yang bentrok dengan kartu grafisnya. Untuk permasalahan ini, sebaiknya banyak-banyak googling agar tidak salah persepsi :)
OK langsung saja, berikut ada 2 cara untuk menangani flicker seperti ini, cara pertama:

1. Masukkan CD Live Ubuntu
2. Pada saat booting dan muncul opsi live , install dan sebagainya, ketik F6 di keyboard
3. Pilih opsi nomodeset atau
4. Pada saat opsi booting muncul, tekan tab atau tombol e
5. tambahkan opsi nomodeset setelah kata quiet
6. Kemudian tekan Ctrl+X untuk booting dengan opsi tersebut
7. Lakukan instalasi seperti biasa

Langkah kedua adalah sebagai berikut:
1. Masukkan CD Installer atau CD Alternate Ubuntu
2. Jika menggunakan Live CD Ubuntu, lakukan langkah seperti diatas
3. Lakukan instalasi seperti biasa
4. Setelah instalasi finish, masuklah ke mode recovery
5. Pilih opsi drop to root prompt
6. Setelah berhasil, lakukan penghapusan driver bawaan nouveau dari ubuntu anda

# apt-get remove nvidia*
# apt-get remove xserver-xorg-video-nouveau

7. setelah itu, blacklist saja driver bawaan tersebut agar tidak dimuat lagi oleh ubuntu

# nano /etc/modprobe.d/blacklist.conf

masukkan:

blacklist nouveau
blacklist nvidiafb

8. Karena pada saat recovery mode ini kita bermain di init 1 (single user mode) , maka berpindahlah dulu ke init 3
9. Setelah semua sudah dilakukan, lakukan instalasi driver nvidia yang baru. Driver ini bisa didownload langsung dari situsnya
10 Jika sudah mempunyai driver tersebut di hdd atau flashdisk anda, arahkan ke lokasi anda menyimpan file tersebut dan installkan!

Selamat Mencoba.


Selasa, 15 Juni 2010

Paket Multimedia Untuk OpenSUSE™

Mungkin agak nyeleneh bentuk dukungan saya terhadap Tim Nasional Jerman™ diajang Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Bentuk dukungan saya berupa, pemakaian OpenSUSE™. Sebetulnya, jauh sebelum piala dunia dimulai, OpenSUSE™ sudah eksis berdampingan dengan 5 OS lainnya di laptop saya. OK,lanjut saja sebelum pembicaraan mengarah kemana-mana hehe.
Permasalahan pertama bagi saya terutama dan anda juga mungkin, OpenSUSE™ tidak menambahkan paket multimedia secara default. Jadi kita harus sedikit putar otak mencari solusinya. Hampir sama seperti Ubuntu™, paket multimedia tidak disertakan karena masalah lisensi :) Tapi tenang, kita masih tetap bisa menambahkan paket multimedia pada OpenSUSE™ kita. Ikuti langkah berikut dan pastikan, koneksi internet anda memadai :)

1. Tambahkan repository packman:

# zypper ar http://packman.jacobs-university.de/suse/11.2/ packman-Germany

2. Carilah paket codec

# zypper se codec

Perhatikan, jika ada pertanyaan dari hasil pencarian tersebut, ketikkan "t" yang artinya anda mempercayai key dari sign key tersebut.

3. Instalkan paket multimedia

# zypper in kde3-k3b-codecs libxine1-codecs libavcodec52 w32codec-all

Ketikkan pilihan "2" agar depedensi paket bisa didapatkan secara sempurna. Sampai disini, silahkan menunggu :))

Bentuk dukungan yang positif kan? Hahaha.. daripada judi bola! (idiot)

Sabtu, 15 Mei 2010

Instalasi Virtual Box pada OpenSolaris

Ini adalah artikel pertama menggunakan OpenSolaris. Sama seperti install software lainnya entah itu Linux,BSD ataupun yang lainnya caranya hampir sama. Cuma disini ada sedikit perbedaan yang tidak terlalu mencolok. Bagi para pakar UNIX, disarankan mengabaikan artikel ini karena ini murni untuk newbie.
Yang membuat saya tertarik memasang Virtual Box karena software ini juga dibuat oleh Sun, yang notabene juga berpengaruh terhadap development OpenSolaris. Selain itu, saya kira semua perangkat lunak yang dibawahi oleh Sun pasti berjalan dengan baik diatas OpenSolaris. Teori ini perlu dibuktikan dulu hehe.
OK langsung saja menuju situs Sun untuk mengunduh Virtualbox :) Silahkan klik disini saja. Unduhlah dan silahkan ekstrak. Kemudian jalankan terminal dan login sebagai root:

# pkgadd -d VirtualBox-3.1.8-SunOS-r61349.pkg

Untuk melakukan instalasi tanpa mode interaktif, tambahkan opsi -n -a autoresponse SUNWvbox setelah perintah pkgadd.
Jika ada pilihan setelah melakukan eksekusi tersebut, ketikkan saja "all" atau "1" kemudian "y".
Setelah semua sudah selesai, anda bisa memanggil virtualbox yang baru saja anda pasangkan di OpenSolaris anda dengan mengetikkan perintah diterminal: "VirtualBox" (tanpa tanda kutip). Atau bisa melalui menu Applications | System Tools | Sun VirtualBox

Nah, jikalau anda ingin menghapus aplikasi VirtualBox ini dari mesin OpenSolaris anda lakukanlah perintah:

# pkgrm SUNWvbox

Dan lakukan perintah berikut untuk menghapus VirtualBox kernel interface module:

# pkgrm SUNWvboxkern

Tapi harap diingat, perintah ini untuk menghapus VirtualBox versi 3.0.x atau yang lebih rendah.

Selamat Mencoba