Senin, 18 Januari 2010

Membuat Linux Live USB (2)

Setelah melalui artikel sebelumnya saya membuat linux live USB dengan bantuan aplikasi UNetBootin maupun aplikasi yang diunduh dari situs Pendrivelinux, kali ini saya akan membuat linux live USB dari Ubuntu Karmic Koala (live). Aplikasi yang sudah terpasang secara default ini bernama "USB StartUp Disk Creator".

Pertama, bootinglah dan jalankan Ubuntu Live CD. Setelah desktop terload, silahkan cari menu System | Administration | USB StartUp Disk Creator. Tampilannya cukup sederhana dan yang pasti powerful.





1. Untuk membuat linux live USB, pertama tentukan dulu USB Flashdisk yang akan dipakai pada bagian Disk to use.
2. Setelah itu, anda hanya tinggal menekan tombol Make Startup Disk
3. Ini untuk membuat Ubuntu Live USB
4. Untuk membuat linux live USB dari distro lain, caranya sama dan bisa melalui Ubuntu live ini.
5. Pada bagian Source Disk Image, pilihlah other dan cari iso linux lainnya.
6. Selanjutnya, langkahnya sama dan hanya tinggal menekan tombol Make StartUp Disk

Kamis, 14 Januari 2010

Merename Label USB Flashdisk

Wah, jadi ingat dengan artikel yang dulu pernah saya baca di majalah INFO LINUX. Disana pernah dicantumkan artikel tentang merename label USB Flashdisk. Mungkin tidak banyak yang tahu cara merename USB Flash kita di OS Linux. Kalau di Windows, sangat mudah merubahnya. Begitupun di Linux juga sangatlah gampang.
Pertama, yang perlu diperhatikan adalah apakah tersedianya paket mtools dan nftsprogs di OS Linux kita. Kebetulan saya memakai OS LinuxMint, jadi paket tersebut ternyata sudah terpasang secara default.
Untuk yang belum tersedia, silahkan di instalkan dulu paketnya dengan perintah:

#sudo apt-get install mtools

atau

#yum install mtools ----> untuk pemakai yang berbasis RedHat

paket mtools ini untuk merename USB yang berpartisi FAT. Untuk yang berpartisi NTFS, instalkan paket ntfsprogs dengan perintah:

#sudo apt-get install ntfsprogs

atau

#yum install ntfsprogs

Setelah paket tersebut terpasang, selanjutnya untuk merename USB Flash yang berpartisi FAT lakukan langkah berikut:

  • Tentukan dahulu, sudah termount apakah belum. jika belum, silahkan di mount dulu. Setelah itu cek direktorinya dengan perintah:
#fdisk -l

  • Setelah diketahui posisi direktorinya, silahkan cek labelnya dahulu

#sudo mlabel -i /dev/sdx1 -s ::

  • Untuk merenamenya,gunakan perintah:

#sudo mlabel -i /dev/sdx1 ::

  • Setelah nama baru dimasukkan, silahkan cabut flashdisk tersebut. Kemudian pasang kembali untuk melihat hasilnya.
Untuk yang berpartisi NTFS, gunakan perintah:

#sudo ntfslabel /dev/sdx1 (nama baru)

"Tambahan"
Untuk Flasdisk yang berpartisi EXT, silahkan instalkan dulu paket e2fsprogs

#sudo apt-get install e2fsprogs

atau

#yum install e2fsprogs

Cara untuk merename USB berpartisi EXT tersebut adalah:

#sudo e2label /dev/sdx1 (nama baru)


Untuk Flashdisk berpartisi ReiserFS, instalkan dulu paket reiserfsprogs

#sudo apt-get install reiserfsprogs

atau

#yum install reiserfsprogs

Untuk merenamenya, gunakan perintah:

#sudo reiserfstune -l (nama baru) /dev/sdx1





Selasa, 12 Januari 2010

Instalasi Windows via USB dan Masalah yang Menyertainya

Sebenarnya, saya sedikit malas untuk menulis hal ini. Tetapi, tidak ada salahnya untuk berbagi sekelumit cerita yang sudah terjadi ini. Peristiwa ini berawal dari teman yang kebingungan menginstal OS Windows di laptop Dell Inspiron Mini miliknya. Tidak tersedianya DVD/CD Drive menyebabkan harus putar otak dan mengakalinya.
Solusi yang saya berikan adalah menginstal lewat USB. Masalahnya adalah minimnya informasi tentang ini. Cukup gagah memang jika bisa instal Windows via USB. Secara, teknik ini identik dengan Linux. Ini juga membuktikan kalau Windows juga plagiator dari Linux. (Sama seperti security dari Vista yang meniru Linux dan akhirnya gagal).
Setelah beberapa hari browsing, akhirnya teman saya menemukan sebuah aplikasi yang bernama NoviCorp WinToFlash. Saya tidak tahu persis diamana teman saya mendownloadnya. Cari di google, wokeh?? :P
Instalasinya cukup mudah. dan beberapa saat kemudian, terinstallah Windows tersebut di laptopnya. (padahal sebelumnya eksis Linux Mint Helena). Masalah muncul setelah ini. Ketika teman saya tersebut menginstal aplikasi MS Office 2007 (Bajakan Version). Dia bertanya kepada saya dan saya memang tidak tahu menahu tentang hal itu kenapa seperti itu.
Setelah beberapa hari,akhirnya terjawab sudah apa penyebabnya. Ternyata, masalahnya adalah tidak tersedianya file fp4autl.dll. File itu sendiri sebenarnya sudah tersedia pada folder 1386 (CD WinXP) dalam file FP40EXT.CAB. anda hanya wajib mengambil 1 file yakni fp4autl.dll.
Masalah akan teratasi dengan memasukkan sebuah file ke C:\Program Files\Common Files\Microsoft Shared\web server extensions\40\bin yakni file fp4autl.dll. Setelah file ini tercopy, maka selamat anda sudah bisa memakai MS Office 2007.

Membuat Linux Live USB (1)

Kemarin, pas mata kuliah Organisasi Komputer ada yang bertanya. Pertanyaannya tersebut adalah tanggapan dari sebuah presentasi yang dilakukan mahasiswa tentang Perangkat Eksternal Komputer. Pertanyaannya adalah, bisakah USB Flashdisk dipakai untuk menginstal Sistem Operasi? Pertanyaan tersebut tidak bisa dijawab oleh mahasiswa tersebut. Akhirnya, saya yang mewakili kelompok saya berusaha menjawabnya. Bisa. Tentu bisa sebuah USB Flash dipakai untuk menginstalkan Sistem Operasi.
Mungkin dari kita pernah membuka situs: Pendrivelinux. Disana kita bisa tahu cara maupun langkah-langkah untuk membuat sistem operasi Linux diinstall ke USB dan memakainya untuk live USB. Salah satu software yang dipakai mungkin adalah UNetBootin. Aplikasi ini bisa berjalan di platform Windows maupun Linux.
Untuk instalasi di Windows,tidak akan saya jelaskan mendetail sebab instalasinya cukup mudah. Untuk sistem operasi Linux, pastikan kita mendownload yang versi linux.

1. Downloadlah UNetBootin
2. Instalkan juga paket p7zip-full dan mtools

#sudo apt-get install p7zip-full
#sudo apt-get install mtools

3. Setelah UNetBootin terdownload, kemudian ekstraklah file .zip tersebut. Taruh hasil ekstrak tadi di directory yang aman. Seumpamanya /home/User/Documents
4. Kemudian, buka CLI dan cari posisi file tersebut
5. Ubah kepemilikan dari file tersebut dengan perintah:

#chmod 766 unetbootin-linux-377

6. Kemudian, ketikkan perintah ini untuk menjalakannya:

#./unetbootin-linux-377

Berikut skrinsutnya didesktop saya:

Senin, 11 Januari 2010

Modifikasi Grub (2)

Sudah mencoba Ubuntu 9.10 Karmic Koala?? Interface yang menarik dan jauh lebih indah dibanding versi sebelumnya. Terutama tampilan pada saat booting dan login menu yang cukup artistik. Tapi mungkin sudah menjadi rahasia umum jika Ubuntu Karmic ini menggunakan Grub 2 sebagai pengganti grub versi sebelumnya (meski sejujurnya, grub 2 tersebut masih versi beta). Kesulitan pertama yang ditemui adalah tidak adanya file /boot/grub/menu.lst yang cukup menyulitkan jika komputer kita ingin berbagi OS dengan yang lain jika menginginkan OS yang lain tersebut yang dibaca pertama kali.

Setelah melalui perjalanan cukup panjang mencari solusinya, akhirnya saya menemukannya juga di sebuah forum ubuntu. Ternyata, sangat mudah caranya. Caranya yaitu:

1. Uninstall semua paket dari grub2 dengan perintah:

#sudo apt-get purge remove grub*


2. Kemudian hapus juga isi dari /boot/grub

#sudo rm -fr /boot/grub/*

3. Setelah itu,install kembali grub legacy (versi sebelumnya) dari komputer dengan perintah:

# sudo apt-get install grub

4. Nantinya akan terinstall paket grub-common dan grub. Kemudian, install grub tersebut di MBR dengan perintah:

#sudo grub-install hd0

5. Kemudian update grub legacy tersebut dengan perintah:

#sudo update-grub

6. Kemudian ikuti petunjuk selanjutnya yang muncul di terminal
7. Selamat, grub versi lawas anda telah kembali.

Untuk merubah pilihan OS yang booting pertama kali pada saat komputer baru dinyalakan, ubahlah opsi dari menu.lst

#sudo pico /boot/grub/menu.lst



Ubahlah default=0 menjadi default=4
(baca artikel sebelumnya tentang Modifikasi Grub (1) di blog ini)

Mengganti Nama Komputer Mesin Linux

Pertama, mungkin kita perlu mengecek dahulu apakah nama komputer kita sudah tersetting secara benar dengan beberapa perintah berikut :

#uname -n
#hostname -a
#hostname -s
#hostname -d
#hostname -f
#hostname

Jika perintah-perintah diatas tidak menampilkan pesan error, berarti sudah benar. Selanjutnya, untuk merubah nama komputer, kita cukup mengetikkan perintah berikut engan akses root:

#hostname (nama_baru)


Tapi dengan perintah ini, hostname pada komputer kita memang akan berubah, tapi pada saat sistem reboot, konfigurasi dari sistem kita juga akan kembali seperti semula. Pada mesin linux berbasis Debian, sistem membaca file /etc/hostname ketika sistem booting dan menggunakan init script dari /etc/init.d/hostname.sh.
Jadi, pada mesin berbasis Debian atau pada mesin linux yang lain, kita dapat melakukan perubahan pada /etc/hostname dan mengganti nama komputer kita dan menjalankan script dari /etc/init.d/hostname.sh untuk membuatnya aktif secara permanen. Maka, gunakanlah perintah berikut:

#sysctl kernel.hostname

untuk mengecek nama komputer yang sekarang, dan perintah berikut:

#sysctl kernel.hostname=(nama_baru)

untuk mengganti nama komputer kita.

Minggu, 10 Januari 2010

Install ssh server

Untuk melakukan instalasi dari service ssh tidaklah begitu sulit. Jadi, ssh ini berguna untuk melakukan kontrol terhadap mesin server dari client seperti remote. Untuk instalasi, ketikkan perintah:

$ sudo apt-get install openssh-server

Jika diminta password dari root, masukkan.

Berikut adalah skrinsut dari desktop saya: